Sungai Kaliworo kembali memakan korban, Kali korbannya adalah seorang penambang pasir yang tewa tertimbun longsoran yang berada di belakang tempat ia menambang pasir, pada Sabut (12/11/2016).

Kali ini korban yang meninggal bernama Beni Harno Utomo (60 Tahun) yang tinggal di Trayu, Kendalsari, kemalang klaten. Dia tidak sendiri tertimbun dalam longsoran tersebut, ada dua orang yang juga menjadi korban dari longsor tersebut, ada Paimin Amin Rahman (38 Tahun) dan Parwono (39 tahun) keduanya tinggal di Ngrancah, Bumiharjo, Kemalang. Mereka berada di sana karena sedang menambang pasir bersama Beni Harno Utomo.

Mereka menambang pasir secara manual tidak menggunakan alat apapun. Dan mereka sudah terbiasa menambang di daerah pinggiran sungai Kaliworo tersebut. Ketika sedang menambang pasir, mereka tidak sadar bahwa ada tebing setinggi 12 meter yang jaraknya hanya 3 meter dari tempat mereka menambang tiba-tiba longsor.

Beni adalah korban terparah dan satu-satunya korban meninggal, sedangkan dua temannya selamat dari longsor tersebut. Keduanya bisa selamat karena mereka berteriak minta tolong sehingga ada warga ada yang mendengar teriakan tersebut dan menolong korban, akhirnya korban bisa di evakuasi. "korban berhasil di evakuasi. namun kondisinya sudah meninggal dunia" jawab salah satu warga yang bernama Nurwadi (dikutip dari Okezone.com).

Kedua korban yang masih selamat diperiksan oleh tim kesehatan dan Puskesmas Kemalang, banyak mengalami luka mulai dari memar di dahi, robek di bagian kepala belakang, lecet di sekitar mata, dan patah tulang di lengan kiri. Jelasnya "Hasil pemeriksaan tim medis, luka korban murni karena kecelakaan".

Setelah selesai di periksa, korban meninggal diserahkan pada keluarga agar bisa langsung dimakamkan.