Dosen Ngajar Bahasa Indonesia di Uzbekistan - Selain bangga bisa menjadi mahasiswa universitas luar negeri. Kebanggaan lebih luar biasa lagi ketika bisamengajari ke luar negeri, apalagi yang diajarkan adalah tentang bahasa dan budaya Indonesia.
Dosen Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Semarang (Unnes), Badrus Siroj adalah satu dari sekian banyak dosen yang mendapatkan kesempatan untuk bisa mengajarkan bahasa dan budaya Indonesia selama empat bulan ke depan di Uzbekistan yaitu di Samarkand State Institute of Foreign Languages (SSIFL).
Badrus mendapatkan kesempatan yang luar biasa ini melalui Program Schame for Academic Mobility and Exchange (SEMA) BIPA untuk mengajar di Uzbekistan. Setelah tiba Badrus langsung disambut oleh Rektor SSFIL, Ilkhomjon M Tukhtasinov.
Baca juga Gres Envimo alat baru pendeteksi kondisi lingkungan sekitar
Nukil dari halaman Unnes (18/11/2016), Ilkhomjon mengatakan "Unnes adalah kampus yang besar dengan 36 lebih mahasiswa. Kami sangat senang ke depan bisa bekerjasama dengan Unnes dalam mengembangkan pemelajaran bahasa, penelitian bersama, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta memperkuat kerjasama Indonesia-Uzbekistan".
Badrus juga memiliki tugas penting selama berada di Uzbekistan, yaitu dia diminta oleh Ilkhomjon untuk mengembangkan Pojok Indonesia. Karena di Uzbekistan belum ada Pojok Indonesia sedangkan di negera lain sudah ada Pojok Indonesia.
Seperti ucapnya yang meminta kepada Badrus "Di SSFIL sudah ada Pojok China, Pojok Inggris, Pojok Jerman, Pojok Prancis, dan Pojok Italia, namun belum ada Pojok Indonesia".
Badrus juga sangat bersukur karena kedatangannya k Uzbekistan di sambut antusias langsung oleh Rektor SSFIL. Bahkan Badrus disediakan satu ruangan untuk dijadikan Pojok Indonesia. Dan sekarang Badrus sedang melakukan dekorasi pada ruangan itu dengan menggunakan barang-barang khas Indonesia.












